|
|
Wednesday, September 28, 2011
Mas...
 Hai darling....
kita adalah suami istri. Senang sekali rasanya, di tahun ke tujuh pernikahan kita, aku menyadari betul betapa aku adalah perempuan yang beruntung karena mendapatimu sebagai suamiku.
Mari kita review saat-saat manis itu...
Ternyata kau memilihku karena menurutmu, aku bukanlah akhwat yang ja'im, tegas, terbuka, apa adanya, tanpa dibuat-buat. Sungguh aku tau tahu kalau segala sesuatu yang kurasa jadi kekuranganku justru menjadi lebih di matamu. ah, demikianlah Allah menjadikah kita sepasang manusia.
Jatuh dari planet mana... bagiku kau adalah sama seperti laki-laki lainnya. Tak ada lebihnya. Karena bicara padamu sama bagiku dengan bicara pada laki-laki asing yang bukan mahromku. Tidak ada kalimat lembut untuk kalian. Tidak ada juga intonasi suara yang bening bagi kalian. Malah kalian selalu dapatkan tatapan tajam dariku, tutur kata yang apa adanya. Suaka bilang suka, tidak suka bilang tidak suka.
Sesuatu yang jarang terjadi kala itu
Memang sama saja.... bahkan tatkala "penawaran" kamu sampaikan padaku, demi Allah itu bukan yang pertama. *bentar itung dulu* Yang kuingat, aku hanya menyampaikan... 'laki-laki terhormat akan meminta perempuan melalui perantara walinya"
Bagiku itu adalah tantangan sebenarnya, sungguh-sungguhkah laki-laki yang mengajukan diri. Disanalah nilai sesungguhnya... apakah dia hanya bagai seorang pengecut yang mengambil proses jalan pintas...? ataukah seorang gentleman yang datang dengan tegak menghadap orang tuaku. Kau pilih jalan terjal yang kedua sayang...
Bagiku cukup.... jika para ustadz dan murobbi tidak keberatan, tak ada alasan menghalangi. Siapapun lelaki itu. Dan lelaki itu kamu.
Sayang... kita berproses saling mengenal setelah ijab kabul. Mengenal dirimu seutuhnya. mengenal diriku seutuhnya. Itulah gentleman. Karena "no ways out" lagi... Kita bertanggung jawab atas pilihan kita. apa adanya kamu. apa adanya aku. disanalah kita berproses. saling berlapang dada. saling menanggung. saling berbagi
Tujuh tahun berjalan darl... aku tetap mensyukuri berkah dari Allah ini... akan tiba saatnya kita punya waktu lebih banyak untuk berdua. Saat adilia dan hamzah sekolah misalnya. Kita akan punya waktu lebih santai untuk mengenal lebih dekat. Memahami lebih dalam.
juga memahami cinta yang selama ini kita pelihara... mencari sisi lain yang menarik darimu. Menjelajah bagian lain darimu yang menyenangkan.
Bagiku keren itu adalah saat kau siapkan semua peralatan kamera untuk aku berangkat bagiku seksi adalah saat kau larang anak istrimu memasuki rumah yang masih penuh debu, dan baru boleh masuk setelah semuanya rapi bagiku seksi adalah saat kau ambil hamzah dari pelukanku dan kau timang dia sampai tertidur...
Sayang... terlalu banyak bagian darimu yang harus kusyukuri.... dan hanya sedikit saja kekuranganmu yang harus kulapangdadakan...
bukankah ini juga berkahNya
maka terima kasih karena kau mau berbagi hidup dengan perempuan yang penuh dengan kekurangan ini...
28 september 2011 untuk suamiku, dengan penuh cinta, Mas Upi
Ira
Ira
@ 4:56 PM
|
|
|
|
Tuesday, February 22, 2011
di 34 tahunmu
Ira
@ 2:32 PM
|
|
|
|
Friday, November 26, 2010
Aku sayang papa
Hari ini, salah satu tugas yang diamanatkan padaku selesai. Tak sangka lebih banyak kebaikan disematkan pada papa
makin besar rasa bersalah ini
Allah..... Aku tau Kau Yang Maha Adil... Tempatkan papa pada kubur yang lapang karena rahmatMu
Ira
@ 10:36 PM
|
|
|
|
Wednesday, November 10, 2010
Betapa Allah sangat baik

KAU hapus dukaku dengan cara yang demikian halus KAU tumbuhkan cinta di hati ini yang seharusnya tidak boleh mati KAU mampukan diri ini mencintainya sebagaimana semestinya
Robbana
Ampuni kesalahan aku... Ampuni kelalaian aku selama ini
Robbana.... Aku ridho Aku ikhlas atas semua ketetapanMu
takdirMu yang menjadikan aku sebagai anaknya
Aku ikhlas Ya Allah...
ampuni aku maafkan aku atas semua kekurangajaran aku selama ini
Robbanaaa... terima kasih karena KAU beri kesempatan yang indah untuk menikmati hari-hari terakhir bersamanya menikmati hari-hari terakhir menjadi anaknya anak perempuan satu-satunya
Robbanaaaa.... Allahummaghfirlanaa...waali waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaani shoghiiroo
Allahumma nawwir wa wasi' Quburohu bi a'maaliji wa du'a-i awladihi ash sholihin. Allahummah 'al Quburihu Roudhoh min riyadhil jannah.
Ya Allah terangi dan lapangkan alam kuburnya dengan amal-amalnya dan doa anak-anaknya yang sholih dan sholihat. Ya Allah jadikan alam Quburnya laksana taman di antara taman-taman surga
Amin....
*sebuah duka di ahad sore...7 november 2010 pukul 17.26*
Ira
@ 7:40 PM
|
|
|
|
Monday, March 22, 2010
Salah terka

sepertinya semua gak berjalan sesuai praduga... apa praduga aku selama ini terlalu baik ya...? dont know what to say...
aku tau jalan ini terlalu mesra untuk ditinggalkan tapi aku sedang merasa jalan terlalu tinggi untuk ditapaki
Ira
@ 8:41 PM
|
|
|
|
Monday, February 22, 2010
protes
Sudah dua minggu resmi meninggalkan rumah orang tua yang udah tiga puluh tahun aku tempati. Awalnya terasa demikian mantap meninggalkan semua ini dan menyongsong hidup baru di tempat yang baru. Tapi inilah yang dikatakan tidak ada yang hitam putih di dunia ini, selain hukum Allah.
Semua yang terbayangkan sebelumnya runtuh dengan cepat.
Dan aku tidak siap dengan keruntuhan bayangan itu.
Dulu, sering sekali memusingkan dualisme aturan yang terjadi pada anak (anak). Lantaran kedekatan keluarga di dua rumah ini. Atau bahkan antara aku dan mama. Tapi nyatanya keadaan sekarang tidak lebih baik dari sebelumnya. Sekarang bisa jadi dua, tiga, bahkan multilisme aturan. Lantaran kedekatan yang teramat sangat di sekitar kami. Dan keadaan juga yang memaksa.
Dan nyatanya aku sangat tidak siap dengan protes anak hampir empat tahunku, "Ummi kok marah-marah melulu"
Ira
@ 2:35 AM
|
|
|
|
Thursday, January 21, 2010
Blessing and Miracle
 Its so amazing! berada pada titik yang sekarang jadi full time mom dengan dua anak yang shalihah dan shalih... Adil dan Hamzah
Its a Miracle Its a Blessing
Mungkin berkah ini gak akan kugapai kalau masih ada di jalan yang dulu
ya... jalan surga memang berliku akselerasiku terus melaju...
prajurit kecil tengah berjihad pada medan sesungguhnya menjadi madrasah ummat, menjadi ibu
Ira
@ 2:32 AM
|
|
|
|
Thursday, August 13, 2009
semakin jauh
ini adalah hari-hari dimana aku menanti sebuah jihad sebagai seorang ibu. seharusnyalah kau ada bersamaku, disampingku, menemaniku. tapi kenyataan menuntut lain. kau harus di belahan bumi sebelah sana yang tiga jam jangkauannya.
aku ingin katakan, kalau sekarang hatiku tak serisau dahulu. ketika hari-hari dipenuhi air mata menyesali kepergianmu
aku sudah memasrahkan semuanya ada atau tanpa kamu saat persalinan buah hati kita yang kedua nanti, toh Allah selalu bersamaku
aku percaya dia yang menitipkan janin ini dan dia juga yang meniupkan ruh ke dalamnya... pasti dia juga yang akan menjaga aku
namun entah mengapa ada kekhawatiran yang muncul aku khawatir dengan ketenanganku ini... aku khawatir ketenanganku malah membuatmu semakin jauh darimu
sudahlah jarak menjauhkan kita secara fisik aku khawatir jiwa kita pun semakin berjauhan
adakah kamu mengingatku di sana...?
Ira
@ 9:14 PM
|
|
|
|
Tuesday, March 17, 2009
asa yang sudah lalu
/p
Entah sudah kali keberapa harapan-harapan yang terlihat kosong yang sering aku bicarakan dengan suami sebelum tidur, berwujud jadi kenyataan. Termasuk soal Bandung ini!
Tapi sebenarnya jauh sebelum bersuamipun, aku pernah merangkai harapan tentang sebuah dunia yang sederhana bersama seorang ibu. Namun memang sayang, kala itu harapan yang kami rangkai tak terwujud.
Dan anehnya.... empat tahun, bahkan lima, dari pembicaraan tersebut. Justru ada dunia yang jauh lebih besar dan kompleks yang akan dibangun sang ibu. Dan seakan dia mengingat peristiwa bertahun-tahun lalu itu.... dia pun mengajak aku berada di dunia tersebut, bersamanya.
Tuhan.... bahkan di kala aku sudah tak ingat lagi akan angan dan pintaku yang lalu, Kau berkenan mewujudkan hal tersebut. Tepat di saat aku dan suamiku merasa ini adalah saat yang paling benar.
Tuhan.... memang sejatinya tak putus aku menitip asa padaMU. Dan membiarkanMu merangkainya dalam kenyataan di tapak-tapak hidupku....
Ira
@ 4:42 PM
|
|
|
|
Wednesday, November 26, 2008
old and new
hidup ini memang unpredictable yah...! perputarannya luar biasa banget. seringkali gak sempet beradaptasi udah harus berputar lagi. rasanya baru juga beberapa hari ini aku merasa nyaman dengan dunia baru. sama sekali baru. teman-teman yang baru. kebiasaan baru. aktivitas baru. semua serba baru deh... tiba-tiba dihadapkan pada sebuah kenyataan harus meninggalkan semua kebaruan ini. bisa jadi kembali pada dunia yang dulu. bisa jadi memasuki dunia yang juga kembali baru.
fyuh... apapun lah! saat ini aku cuma merasa di mana pun harus berada, im just a little soldier..! aku cuma prajurit kecil saja....
Ira
@ 12:51 PM
|
|
|
|
Monday, November 24, 2008
belajar seumur hidup

its my choice! Ini memang pilihan aku untuk berdiri pada kaki sendiri. Gak mudah memang! kalau dulu betapa enaknya, tiap bulan udah pasti dapet uang dengan jumlah yang pasti. Gak mikir lagi nyari duit buat bayar listrik, asuransi pendidikan, kesehatan, jalan-jalan, berenang, shopping...:P huahahhahhaha...mimpi kali ye... Dari dulu juga jarang shopping.
Sekarang memang semuanya lebih terasa ngumpulin duitnya. Harus jualan kue dulu, begadang-begadang dulu, berenang di lautan tepung lagi..... Yah, semuanya beneran terasa banget sekarang.
Tapi biar demikian, tetap aja... ada sebuah rasa yang dulu sempet hilang bertahun-tahun dan bisa aku miliki lagi. Bebas! Bahkan sekalipun sudah menikah dan punya anak. Rasanya sekarang lebih bebas berkreasi dengan berbagai adonan kue. Bebas mencampur mentega, telor, gula dan terigu. Lebih leluasa mengawinkan bawang bombay dan lada hitam, sambil sesekali menyelingkuhinya dengan daun thyme...
Kalo dulu, bisa merasa cukup dengan lada bubuk yang dibeli di supermarket, sekarang sudah tau betapa lebih punya taste-nya... lada yang diulek sendiri.
ya... aku lebih bebas dengan berbagai inovasi di dapur. Di lain pihak, aku pun lebih bebas bereksplorasi dengan waktu.
Rasanya duluw kehidupan hanya berputar dalam rute kwitang menteng. Meski sesekali diwarnai dengan genjotan sepeda. Tapi tetap saja putaran waktu demikian monoton, sewarna tak berpelangi.
Hari ini lebih berwarna... Mau rapat DPC hayooo, rapat menpora, berenang, guling-gulingan di rumput taman, nonton film, becanda berduaan sama Adilia, tidur siang... apalagi ya..? ikutan cooking class dan aneka demo...!!! huhuhuhuww...... itu kan selain menambah ilmu, juga menambah pundi-pundi...:p
Rasanya gak percaya emang bisa berada di dunia ini. Bercumbu dengan coklat dan krim... sesuatu yang rasanya gak mungkin terjadi kalo terus-terusan berada pada jalur monoton tadi.
Ini yang disebut belajar long life education. Belajar seumur hidup. Ketemu dengan komunitas masak, ketemu dengan banyak ragam ibu-ibu. Penuh warna, penuh gaya, dan penuh pelangi!
Ini memang tantangan baru! Ketemu dengan beraneka ragam orang, memang jadi pelajaran tak terkuliahkan di kampus manapun.
Aku menikmati dunia ini... Moga Allah selalu memudahkan langkah yang selalu baru ini... amin

Ira
@ 1:07 AM
|
|
|
|
Tuesday, October 21, 2008
bahagia denganmu nak...
having a child.... its so amazing! adilia... its a miracle
semua menganggapnya demikian. dia memang keajaiban buat kami semua. bicaranya yang lancar. caranya menjiplak dengan sempurna. membuat orang dewasa tak bisa berkata. harus pandai bersilat lidah. mencari sejuta alasan untuk membuatnya mengerti dan berkata, 'iya...adilia ngerti'
cepat besar ya nak... ummi bahagia mendapatkanmu sebagai anak ummi yang Allah titipkan lewat rahim dan cinta ini...
Ira
@ 9:27 PM
|
|
|
|
Friday, October 17, 2008
desersi!
gak tau apa masih pantas nulis di blog ini. blog ini dibuat dengan kesadaran penuh sebagai seorang prajurit yang harus siap dengan tugas apapun juga.
hari ini, rasanya seperti prajurit yang desersi. melarikan diri dari medan pertempuran.
but, apalagi yang bisa aku lakukan pada base camp yang berantakan memandang padang kurusetra dengan hati bergemuruh.... karena tau serapuh apa pasukan yang akan maju
beberapa waktu lalu... dalam sebuah pertemuan pekanan, seorang shalihah berkata...."salah satu cara menghilangkan penyakit hati adalah dengan menarik seorang kader yang biasa tampil di muka umum ke belakang layar..."
Ya Allah... mungkin ini saatnya kami memperbaiki diri kami... meluruskan niat... membersihkan hati.... benar-benar menjadi prajurit kecil yang sangat biasa sekali....
17 oktober 2008
Ira
@ 10:52 PM
|
|
|
|
Tuesday, September 23, 2008
im coming!
insya Allah bakalan balik lagi! sekalipun udah punya banyak rumah maya di tempat lain.... im back... cause im a little soldier....
Ira
@ 6:01 PM
|
|
|
|
Saturday, November 24, 2007
Come back!
 Ira udah balik lagi ke sini...! Gak tau ya, setiap kali pengen balik nulis di blog, trus baca posting terakhir... pasti nangis mulu. Abis itu gak jadi nulis deh. hehhehehe... Tapi sekarang Insya Allah udah kuat kok! Kuat nulis, meski sambil nangis juga.
Sekarang ira udah punya Adilia, si buah hati nan jelita dan cerdas. Usianya 1,5 tahun desember nanti. Melihat perkembangan Adil, tiap hari, hati ini rasanya berbunga. Alhamdulillah... anakku punya perilaku santun. At least di bandingkan 3 orang kakak sepupunya yang laki-laki itu, jauh deeeeh.
Adilia terlihat mandiri dalam memenuhi rasa ingin tahunya. Kalau dia punya keinginan, tapi gak bisa dia lakukan, dengan tenang dia tarik tangan orang dewasa di dekat dia untuk membantu. Gak ada cerita teriak-teriak gak keruan. Kalaupun ada sesuatu hal membahayakan buat dia, kita cukup sampaikan alasan kenapa dia gak boleh melakukan itu. Misalnya angkat-angkat asbak, cukup bilang..."adil..nanti pecah!" maka asbak pun dia letakkan lagi, sambil bilang..."cccaah.."
Lucunya, sekali waktu dia tumpahin air dari gelas. Aku pengen coba suruh dia ambil kain pel dan melap air di lantai. Eh... beneran lo, dia ambil kain... dan dia lap tumpahan air tadi. Gak bersih emang, tapi aku takjub dengan kemauannya itu.
Belakangan ini, Adil suka sekali dengan membaca. Setelah beberapa waktu aku mengenalkan lagu-lagu islami buat anak-anak. Jadi dari vcd lagu-lagu islami itu dia melihat banyak gambar hewan, tumbuhan dan manusia. Belakangan aku coba kasih buku dan tunjukkan binatang di situ. Yang ada sekaran, tidak ada malam tanpa membaca buku. Termasuk melototin poster binatang-binatang buas, sambil menyanyikan satu demi satu.
Cepat pintar ya shalihah....
Ira
@ 3:53 PM
|
|
|
|